Rift Wars Beta Sneak Peek

<< Back
Published on Monday, 04 November 2013 18:42

 

Ophelia menemukan Empath di halaman pusat gudang senjata Adkarna, penimbunan panah, baut, dan berbagai gunpowder dikirim dari kota besi. Battlecarts Empath telah mengumpulkan cukup peralatan untuk dibawauntuk meningkatkan sebuah desa besar.

Empath terdiam, lebih daripada kejutan daripada hormat, tangannya terasa berat dengan chainmail dan wajahnya licin karena keringat. "Ratu saya."

Ophelia mengangkat baju zirah dari tangan Empath. "Saya tahu, aneh melihat saya didalam tembok kota itu." Dia membawa baju zirah ke salah satu gerobak dan menggantungkannya ke tepi, dimana pengawal menimang-nimang sebanyak yang dia bisa dan memasangkan benang ke paku dinding di atas kayu yang tebal.

Ophelia berkata, "Saya tidak suka kurungan hampir sama seperti bau darah daemon. Tapi saat kurir mengirimkan catatanmu, Saya harus datang."

Dia menawarkan sebuah kantong air dan handuk.

Empath menggunakan keduanya. "Kamu tidak datang untuk membicarakan saya tentang hal itu, saya harap."

"Tidak. Untuk bertanya mengapa kamu bersikeras memimpin misi ini."

"King Jeraziah---"

"Saya telah berbicara dengan saudara saya. Kami tidak berbagi banyak, tapi dia memberitahu saya alasan utama dia menamakan mu komandan dikarenakan dia takut tidak. Rupanya dia percaya jika dia tidak, kamu akan menjadi satu dengan nya, mengeluarkan perintah, kemudian pergi."

"Hal itu tidak sopan," Empath berkata. "Pelanggaran."

"Tapi lucu, bukan? Jadi beritahu saya. Mengapa itu begitu penting untuk kamu untuk memimpin kumpulan prajurit aneh itu kembali ke dalam Great Rift?"

Empath melirik pada Guild Hunter, para pahlawan yang telah ditarik kedalam Rift dan selamat--berkembang, bahkan-- dan kembali untuk memperingatkan Newerth dari ancaman berkembangnya Riftspawn. Mereka terlihat lebih tidak nyaman daripada Ophelia, dan seharusnya begitu. Ophelia lebih suka pengaturan alami Caldavar daripada apapun yang bersifat buatan manusia, tetapi guild lebih cocok untuk dunia yang sama sekali berbeda.

Empath berkata, "Saya ada disana saat mereka bersatu. Saya melihat apalagi yang keluar dari Rift itu, dan apa yang diinginkannya dari dunia kita. Saya dalam hati nurani yang baik tidak bisa membiarkan yang lain membawa tanggung jawab."

"Tetapi Jeraziah telah memberikan segala sumber daya yang kamu inginkan. Aku tidak bermaksud menyerang, tapi ada prajurit lain yang lebih cocok untuk menjadi ujung tombak serangan. Black Legion salah satunya."

"Misi tersebut milik saya," Empath berkata. Dia berbalik untuk mengumpulkan muatan peralatan lain, tapi Ophelia menangkap tangannya.

"Beritahu saya mengapa." Suaranya tegas, layaknya Ratu, tapi matanya lembut. Menarik. Empath merasakan didalam dirinya keinginan yang benar-benar ingin mengetahuinya.. untuk mencari tahu jika Great Rift mungkin menawarkan apa yang dia harap akan.

"Bantuan," Empath berkata. "Bertahun-tahun, saya merasakan penderitaan Newerth. Dari setiap makhluk hidup yang telah disiksa, cacat, dibunuh. Saya akan memimpin misi ini ke dalam Great Rift dan menutup gerbang itu, karena itu akan menyelamatkan Newerth. Tapi ketika saya disana, mungkin hanya sesaat... mungkin aku tidak akan merasakan penderitaan itu." Ophelia mengangguk.

Empath tidak dapat bertemu mata dengannya. "Itu memalukan. Tapi yang sebenarnya."

"Tidak," Ophelia berkata. "Tidak ada kebenaran yang memalukan. Ini hanya. Dan saya, juga, akan merangkul mengheningkan cipta untuk menghindari mendengar saudara-saudara saya dari dunia alami berteriak agar rasa sakit itu berhenti. Saya akan memohon keberuntungan dalam pencarian mu untuk diam, walaupun hanya sementara."

"Tolong," Empath berkata. "Jangan beritahu Raja."

Ophelia mendengus. "Dia tidak akan mengerti. Dia mungkin bahkan tidak akan mendengar--dia telah dikonsumsi oleh kepercayaannya yang berkurang. Saya takut berita tentang Great Rift akan benar-benar menumbangkan dia dari altar dewanya. Dia tidak bisa membayangkan seluruh dunia penuh dengan makhluk aneh, semua itu diluar sentuhan Sol. Tapi dia takut akan itu."

"Dia seharusnya," Empath berkata.

"Apakah orang Hunter itu memberitahumu apa yang diharapkan?"

"Kekacauan. Kekacauan dan darah. Mereka berkata kemampuan kita akan bereaksi tidak teratur, seolah-olah kita dapat menukarkan mereka diantara kita seperti item pakaian."

Ophelia mengangkat alisnya. "Jadi Jeraziah dan Malikendapat merasakan seperti yang kamu rasakan, berbagi penderitaan di dunia kita?"
"Sepertinya begitu."


"Mungkin dengan begitu peperangan ini akan berakhir." Ophelia memikirkan ini selama beberapa saat, kemudian menggelengkan kepalanya. "Mungkin lebih baik jika kamu atau saya meminjam kekuatan brutal Hammerstorm dan memukul kepala bodoh mereka masuk."

"Ada sesuatu yang lain yang Hunters bicarakan," Empath berkata. "Mereka memanggilnya Amulets of Rebirth. Mengaktifkan pengacakan lebih jauh lagi terhadapkekuatan Great Rift yang tidak diketahuiakan memberikan mereka kemampuan baru ini. Gunakan Amulet, kata mereka, dan seketika kemampuan mu akan berbeda lagi."

"Kekacauan tidak dimulai untuk menjelaskan ini," Ophelia berkata. "Ini akan menjadi anarki pada tingkat yang sebelumnya tidak diketahui."
"Guild Hunter meng-klaim itu cukup menyenangkan. Permainan, bahkan."


Ophelia mempelajari sekelompok prajurit yang telah dikuatkan, setiap dari mereka dilapisi skins, claws, teeth, dan trophy lain yang diambil dari korban Rift mereka. "Saya kira mereka akan."

Dia menaruh tangannya di pundak Empath dan melihat ke matanya. "Pimpin jalan ke dalam Great Rift, pejuang Newerth. Kami akan mengikuti. Kita akan menutup gerbang terkutuk itu. Dan--yang paling penting--kita semua akan kembali."